Beri-beri

Dikirim pada 21 Oktober 2011 | Belum ada tanggapan

[Tulisan ini pertama kali dimuat di Harian Kompas pada tanggal 21 Oktober, 2011.]

Judul di atas tak mengacu kepada penyakit radang, juga tidak kepada kegiatan dermawan. Béri-béri di sini merujuk kepada benda kecil yang belum masuk Kamus Besar Bahasa Indonesia, belum dianugerahi lema sendiri. Beri adalah bagian akhir dari stroberi, sebuah kata yang sudah dapat entri tersendiri dalam KBBI. Nah, sebelum KBBI mencantumkan kata seperti bluberi dan blakberi, mari sejenak membahas jenis makanan lezat dan bergizi ini.

Baca seluruh tulisan

Primadona dan Diva

Dikirim pada 30 September 2011 | Belum ada tanggapan

[Tulisan ini pertama kali dimuat di Harian Kompas pada tanggal 3o September, 2011.]

Saya terkadang kaget menjumpai kata primadona di media Indonesia. Belum lama ini, misalnya, diwartakan bahwa alun-alun di Batu, Jawa Timur, diharapkan jadi primadona wisata di kota itu. Di Gunung Kidul, katanya, kakao sekarang sedang naik daun dan sudah jadi primadona petani. Di daerah lain KAI diimbau bergerak supaya kereta api jadi primadona transportasi di masa depan. Adapun ular berkepala dua di Ukraina disebut sebagai primadona di negeri itu.

Baca seluruh tulisan

Janjikan Teror

Dikirim pada 2 Juni 2011 | 1 tanggapan

[Tulisan ini pertama kali dimuat di Harian Kompas pada tanggal 3 Juni, 2011.]

Pada 7 April, 2006, saya membahas kata janji di sini. Dalam tulisan tersebut saya menarik kesimpulan bahwa pemahaman umum terhadap kata ini sangat berlawanan dengan pemahaman yang disampaikan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia. Tanpa mengulangi seluruh tulisan itu lagi, cukuplah sekiranya menyatakan bahwa janji sering disamakan dengan janji gombal yang nota bene adalah istilah lawannya. Perkembangan yang menarik, bukan?

Baca seluruh tulisan

Penemu Kata

Dikirim pada 20 Mei 2011 | 1 tanggapan

[Tulisan ini pertama kali dimuat di Harian Kompas pada tanggal 20 Mei 2011.]

Dengan berpulangnya Rosihan Anwar pada 14 April lalu, kontribusinya terhadap dunia jurnalistik dan bahasa Indonesia dikedepankan di beberapa media massa. Sebuah media digital mewartakan bahwa Rosihan adalah ”penemu dan pengusung kosakata baru”. Gengsi dan anda adalah dua kata yang konon ”ditemukannya”.

Baca seluruh tulisan

Rumah, Vila, dan Tanah

Dikirim pada 25 Maret 2011 | 2 tanggapan

[Tulisan ini pertama kali dimuat di Harian Kompas pada tanggal 25 Maret 2011.]

Saya pernah membahas bahasa iklan properti (Kompas, 12 Februari 2010) yang antara lain mengeluhkan pemahaman kaku atas kata strategis dan kata nego. Setelah membaca kolom menarik yang ditulis Rainy MP Hutabarat pekan lalu di rubrik ini mengenai istilah-istilah untuk tempat penginapan di Indonesia (hotel, wisma, losmen, asrama, dan seterusnya), saya jadi terinspirasi mengunjungi iklan-iklan properti lagi.

Baca seluruh tulisan

Pola (aneh di) Sawah

Dikirim pada 4 Februari 2011 | Belum ada tanggapan

[Tulisan ini pertama kali dimuat di Harian Kompas pada tanggal 4 Februari 2011.]

Sejak pemunculan pola aneh di persawahan di Kesultanan Yogyakarta, baik media massa maupun pribadi lepas pribadi seolah-olah berlomba menyebutkan istilah crop circle sesering mungkin. Di berbagai media sosial seperti Facebook dan Twitter, tiba-tiba istilah berbahasa Inggris ini juga naik daun di tengah-tengah pengguna Indonesia. Nah, apa itu crop circle?

Baca seluruh tulisan

Permainan Olimpis

Dikirim pada 5 Maret 2010 | 2 tanggapan

[Tulisan ini pertama kali dimuat di Harian Kompas pada tanggal 5 Maret 2010.]

Baru setelah Swedia mengantongi tiga medali emas di Vancouver, saya memberanikan diri merenungkan kata Olimpiade. Kata yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia selalu diawali dengan huruf besar ini berarti ”pertandingan olahraga antarbangsa yang diadakan setiap empat tahun sekali di negeri yang berlainan” atau ”festival kuno bangsa Yunani yang diadakan empat tahun sekali untuk menghormati dewa Zeus”. Memang dalam pemahaman ini kita biasanya mendengar dan menggunakan kata Olimpiade. Apakah penggunaan itu tepat?

Baca seluruh tulisan

Susahnya Beli Rumah

Dikirim pada 20 Februari 2010 | 2 tanggapan

[Tulisan ini pertama kali dimuat di Harian Kompas pada tanggal 12 Februari 2010.]

Ketika musim gugur berubah menjadi musim dingin dan matahari nyaris tak kuat mengangkat diri ke atas cakrawala, tak aneh bila penghuni negeri dingin dan gelap ini kadang-kadang bermimpi tentang tanah tropis Indonesia yang memesona jauh di sana. Untuk menghibur diri sendiri, saya akhir-akhir ini cukup sering menjelajahi internet guna mencari iklan properti. Lebih ringan rasanya bermimpi mengenai tempat tinggal baru di Indonesia daripada menghadapi tanah tertutupi salju di Swedia. Nah, iklan properti ini juga menarik dari segi bahasa dan menghadirkan sejumlah kendala bagi para calon pembeli.

Baca seluruh tulisan

Pak Di Sini

Dikirim pada 23 Oktober 2009 | 2 tanggapan

[Tulisan ini pertama kali dimuat di Harian Kompas pada tanggal 23 Oktober 2009.]

Di mana tinggal Pak Di Sini? Pertanyaan ini saya ajukan karena ada keinginan mendalam berjabat tangan dengan orang yang agaknya amat rajin, berhasil, dan siap turun tangan di mana-mana.

Baca seluruh tulisan

Undang-Undang Bahasa

Dikirim pada 25 September 2009 | 6 tanggapan

[Tulisan ini pertama kali dimuat di Harian Kompas pada tanggal 25 September 2009.]

Sejak 9 Juli 2009 keberadaan dan penggunaan bahasa Indonesia sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang ”Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan”. (Penggunaan kata sambung dalam judul undang-undang itu sendiri mungkin bisa dibahas pada kesempatan lain.) Undang-undang ini, yang antara lain berdasarkan niat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara, menjaga kehormatan dan menunjukkan kedaulatan bangsa dan negara, serta menciptakan ketertiban, kepastian, dan standardisasi penggunaan bahasa, saya kira patut kita sambut dengan gembira dan semangat. Bahasa Indonesia dalam undang-undang ini disebut berfungsi sebagai jati diri bangsa dan kebanggaan nasional; juga dikukuhkan sebagai bahasa resmi NKRI.

Baca seluruh tulisan

older posts »

bahasa.dalang.se is proudly powered by WordPress and the SubtleFlux theme.

Copyright © bahasa.dalang.se.